Merangsang Minat Belajar Anak

Senin, 23 November 2009

Anak-anak adalah usia emas dalam perkembangan kecerdasan. Ilmu dan informasi akan menjadi santapan empuknya. Jiwanya selalu di hampiri rasa ingin tahu. Karena itu, belajar pada masa kanak-kanak jauh lebih berkualitas.
Di dunia sekolah telah di kembangkan konsep PAKEM, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Konsep yang diyakini dapat merangsang minat anak untuk belajar.

Idealnya, PAKEM tidak hanya menjadi milik madrasah atau sekolah, lingkungan keluarga dapat membantu menumbuhkan minat belajar anak.

Berikut ini beberapa tips yang InsyaAllah Efektif di terapkan agar anak rindu untuk selalu belajar.

Pertama, ciptakan suasana menyenangkan
Agar anak suka belajar, suasana menyenangkan merupakan harga mati, misal dengan variasi ruangan, hiasan, alat permainan dan lain-lain. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori didalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana menyenangkan.

Kedua, sesuaikan dengan tahap perkembangan
Anak-anak menjadi sangat antusias semangat belajar jika isi/materi yang di pelajari anak sesuai dengan perkembangan. Pada sisi lain, anak akan mudah bosan jika yang di pelajari terlalu mudah sebaliknya menjadi stress dan patah semangat jika terlalu sulit.

Ketiga, kenali tipe dominant cara belajar anak, apakah tipe Auditory (anak akan mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), visual (melihat) atau kenesthetic (fisik). Cara yang tidak sesuai dengan tipe belajar anak akan membuat anak tidak maksimal menyerap isi pelajaran, dan tidak berkembang dengan maksimal.

Keempat, jeda waktu istirahat setiap 20 menit IsyaAllah akan jauh lebih efektif dari pada belajar lansung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya.

Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan dating. Prestasi yang di peroleh dengan belajar dalam keadaan terpaksa tidak akan bertahan lama. Karena itu, membuat akan senang belajar adalah jauh lebih penting.

Berita Terkait:

7 komentar:

Kang marno mengatakan...

Bagus nih sob , postingannya . maju terus ya sob .

**:´¯`·­»N@n£imØ«­·´¯`·** mengatakan...

kita harusmelakukannya sdari dini ya ga sobt?
nicepost.. sobt aku da psang link kmu.. gantin ya :D

newbi mengatakan...

guru tk ya bang
keren nih infonya

nada mengatakan...

kita harus melakukannya sendiri sob
keep update

chowzn mengatakan...

belum punya anak nih gan, nais inpoh...mudah2an masih inget pas nanti saya punya anak.oya tks dah sudi mampir ke sketsaku...

Banpol or Otak's mengatakan...

Salam blogger, jgn lupa main ke blog aq ya....pasti banyak yg bermanfaat....

Bnapol or Otak

Billionaire In Training

Dena mengatakan...

TERIMA KASIH ATAS INFONYA...

Posting Komentar

BERITA TERKINI

Kabar Video